Jumat, 04 November 2016

"Penegakan Hukum Terhadap Penistaan Agama" (Basuki Tjahja Purnama "Ahok")




Tumbai.com-Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar dan negara berdaulat yang terlahir atas dasar kemajemukan. Kemajemukan tersebut meliputi daerah, adat-istiadat, golongan, suku, bahasa dan agama. Secara faktual historis kemajemukan adalah keniscayaan indonesia. Dari itu, para pendiri bangsa (founding father) merawat dan menjaga kemajemukan bangsa indonesia dengan semboyan "bhineka tunggal ika" sebagai generasi muda islam dan kelompok intelektual muda islam yang ikut serta dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara kesatuan republik indonesia. Himpunan mahasiswa islam menyadari bahwa kemajemukan bangsa indonesia adalah modal dasar yang harus senantiasa di jaga, di rawat dan di pertahankan oleh semua kelompok. Negara melalui pemerintah harus menjamin dan bertanggung jawab atas terwujudnya keutuhan negara kesatuan republik indonesia dalam bingkai kemajemukan. Siapa pun yang dengan sengaja mengusik dan mencoba untuk merusak tatanan kemajemukan bangsa, maka negara harus bersifat tegas untuk memprosesnya secara hukum tanpa tebang pilih dan tentunya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Saudara basuki tjahja purnama "ahok" secara jelas dan sengaja mengusik dan mengganggu salah satu tiang kemajemukan bangsa yaitu dengan menistakan agama islam yang mengakibatkan adanya kegaduhan mengganggu keutuhan negara kesatuan republik indonesia, mengganggu stabilitas nasional, yang dapat mengancam integrasi bangsa. Medan perjuangan HmI meliputi aspek kebangsaan / keindonesiaan, keislaman, dan kemodernan. Sadar akan raga dan tanggung jawabnya sebagai kelompok intelektual muda dan generasi muda Islam, maka berdasarkan hasil rapat internal Pengurus HmI Cabang Bandar Lampung yang bertempat di sekretariat HmI Cabang Bandar Lampung Jl. Jendral Sudirman Nomor 47 pada Selasa, 02 November 2016, dengan ini, maka Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Bandar Lampung menyampaikan beberapa hal sebagai berikut;


1. Presiden Joko Widodo harus menjadi pemimpin yang tegas, adil, dan bijaksana bagi masyarakat Indonesia, dengan tidak melindungi saudara Basuki Tjahja Purnama "ahok" dari jeratan hukum atas kasus penistaan Agama Islam.


2. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dalam hal ini di wakilkan Kapolda Lampung sebagai aparat penegak hukum harus segera melakukan proses penindakan hukum terhadap saudara Basuki Tjahja Purnama "ahok" dengan seadil-adilnya.


3. Meminta kepada seluruh lapisan masyarakat terkhususnya masyarakat Lampung untuk tetap bersikap tenang menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan provokatif yang mengarah / melebar konflik Sosial, Suku, dan Agama yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG BANDAR LAMPUNG


YEFRI FEBRIANSAH 
(Ketua Umum)

KHOIRUL ANAM 

(Sekretaris Umum)

Tulisan adalah Perjuangan , Perjuangan adalah Tulisan.

.

 

Perjuangan adalah keharusan. Tidak berarti hidup yang hanya dihabiskan untuk kesenangan pribadi. Pengorbanan merupakan kemutlakan. Dengan perjuangan kehidupan menjadi lebih bermakna.
Banyak cara untuk berjuang. Perjuangan dimaksudkan kepada kebaikan diri dan banyak orang. Tidak egois dan tidak menghancurkan.
Pilihan yang tepat sesuai dengan keadaan masing – masing orang. Keikhlasan niat sebagi gerak awal. Kemudian terserah kepada pilihan. Adapun salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menulis.

Menulis mempunyai banyak kemanfaatan. Tulisan yang dibuat dapat dibaca oleh lebih banyak orang daripada sekedar bahasa lisan. Dan pemahaman dapat lebih baik karena bisa diulang.
Kajian atas berbagai bentuk tulisan telah dibuktikan oleh sejarah mampu mempengaruhi bahkan menentukan perubahan zaman.
Adalah mustahil pemikiran para ulama terdahulu dapat dikaji sampai sekarang tanpa melalui tulisan. Tulisan telah membuat mereka seakan hidup selamanya. Pikiran – pikiran bermutu tetap dijadikan sebagai rujukan.
Selain menjadi ajaran tentang kemanfaatan menulis, keadaan ini juga menjadi tantangan pentingnya pemikiran yang matang untuk sebuah tulisan.
Tidak layak tulisan yang hanya berisi praduga dan penulis sendiri masih meragukan kebenarannya. Kalaupun hal itu diperlukan, maka kejujuran bahwa kajian belum sampai ke titik final menjadi penting.
Sangat menyesal dan disayangkan ketika seorang penulis terbukti kosong. Apa yang ditulis hanyalah memindahkan ide orang lain. Atau kumpulan pemikiran kesesatan.
Potensi pikir dan hati seorang penulis harus hidup. Penerimaan dan pemahaman orang lain akan lebih mudah. Berbeda dengan tulisan yang hanya sekedar kumpulan data.
Memang ada banyak bentuk tulisan. Hanya saja dalam pemaknaan perjuangan kebenaran yang mudah dipahami adalah kunci kesuksesan.
Telah banyak orang membawa ide besar dengan bahasa yang sulit hanya berakhir penolakan. Keterampilan merangkai kata penting. Tentunya dengan pemahaman yang baik terhadap kehidupan.
Bahasa kelompok sasaran tulisan tidak boleh diabaikan. Aktor – aktor berpengaruh dalam perubahan juga perlu dikondisikan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tulisan yang dirangkai dengan kesungguhan, sepenuh pemikiran dan menyertakan hati akan mempengaruhi karakater diri. Seorang penulis dapat menjadi lebih cepat dewasa. Analisis terhadap persoalan yang muncul pun lebih sistematis.
Semakin mendalam seseorang menekuni dunia tulis menulis akan semakin berkualitas pula tulisan dan karakater dirinya. Perjuangan pun akan lebih mudah karena para pejuang yang berpengaruh besar hanyalah mereka yang mempunyai kualitas diri yang baik. Meski menulis itu sendiri adalah perjuangan.
Seseorang yang kuat keinginan dirinya untuk berjuangan, tidak ada kerugian dengan menulis. Keberhasilan perjuangan adalah masalah waktu.
Tetapi bagaimana pun gerak masyarakat pasti berawal dari pikiran. Dan pikiran sangat besar dipengaruhi oleh tulisan. Keberhasilan yang belum terlihat bukan persoalan.
Keuntungan tulisan memberikan waktu pengendapan berpikir. Penerimaan terhadap kebenaran tidak dapat diragukan. Tulisan yang benar tidak pernah akan hilang dan selalu diperlukan.
Terlalu banyak penulis yang tidak dipedulikan pada masa hidupnya tetapi menjadi sangat penting setelah berabad kemudian. Adakah kita komit untuk berjuang???